Selamat Bergabung

Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Selasa, 24 April 2012

Perwira muda yang tinggal di rumahku

ANAK TUNGGAL

Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik.
Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo Gelael.
Aku dekat,baik dengan ayah maupun dengan ibuku, tetapi aku lebih dekat dengan ayah. Kedekatanku itu membuatku banyak meniru kebiasaan-baik ayah, seperti kebiasaan untuk rajin latihan beban dan membentuk otot tubuh. Ayahku seorang anggota militer [dan pada saat aku menulis cerita cabul, bertema homosex sejenis, sialan, dan ta'i ini], beliau berpangkat Perwira Tinggi [Pati].
Dampak dari latihan beban yang ketat itu adalah badanku "jadi",nyaris seperti tubuh binaragawan atau peragawan,ramping, ketat tapi berotot. Amat menggiurkan! Aku sendiri sering ngeloco setelah memandangi tubuh atletisku yang berotot ketat bertelanjang bulat di depan cermin. Jadi persis seperti perbuatan Narcisus dalam legenda Yunani yaitu tentang cowok cakep yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam! Perbuatan sex seperti itu tergolong jenis : narcissisme!
Ukuran tubuhku dan bentuk wajahku amat mirip dengan Tommy Tjokro [presenter Metro TV] yang namanya aku rampok dan aku jadikan jatidiri dari cerita-cerita cabulku di situs gay/bejat/sialan/ ta'i:MOTNES!Padahal nama asliku Erik,ayahku yang memberi nama "Erik". Dulu beliau ngefans dengan Eric Estrada, aktor Latino yang membintangi film serial CHIP [California Highway Patrol].

ERIC ESTRADA

Meski seorang Latino, Eric Estrada disunat kulup-nya,karena dia lahir di Amerika Serikat. Ukuran kontol Eric Estrada pasti besar dan proporsional dengan tubuhnya yang tinggi besar. Eric Estrada berwajah ganteng dan badannya atletis.Otot dada-nya menonjol kedepan dengan dua puting susu yang tegang melenting [menthil, kata orang Jawa] dan tertancap di atas masing-masing belahan dadanya. Amat menggoda!Dadanya yang ketat dan berotot itu ditumbuhi rambut hitam ringan di antara belahan kedua dadanya [crest].
Otot perutnya six packs. Kulitnya agak coklat seperti umumnya kulit Latino! Rambut ketiaknya ada juga.Tapi jembutnya tak pernah dipertonton-kan di film-filmnya! Tapi sudah pasti lebat dan berwarna hitam, tebal, dan tumbuh luas. Mungkin melatar-belakangi kontolnya yang besar, disangga oleh kedua buah biji pelernya yang menggantung, bagaikan Taman Bergantung Babylonia!
Eric Estrada pernah berkunjung ke Jakarta dan dia dibawa berkeliling Jakarta dengan membonceng sepeda motor di jalan-jalan protokol.Tapi karena gemas melihat ketampanannya, banyak penggemarnya yang berdiri menyambut ditepi jalan memukulinya, sampai dia kesakitan! Boleh jadi Eric Estrada sekarang sudah kakek-kakek dan bisa jadi tampang-nya sudah tidak menarik lagi seperti seperempat abad yang lalu!
Di era cybernetic dan informatika ini informasi tentang selebriti bisa didapat di internet. Ada web yang mengkhususkan pada selebriti cowok mana yang kontolnya "cut" [sunat] dan selebriti mana yang "uncut" [kulup].Eric Estrada sudah merupa-kan bintang masa lalu,karena itu sukar mendapat-kan informasi tentang dia di internet. Sedangkan info di internet tentang penyanyi atau bintang film zaman sekarang seperti Ricky Martin cukup banyak. Ada situs yang memuat foto-foto Ricky Martin berbagai pose, termasuk dalam keadaan ber-telanjang bulat. Ternyata Ricky Martin kontol-nya sunat dan ukuran kontolnya lumayan! Sedang-kan pertumbuhan jembut maupun bulu ketek Ricky Martin sedang-sedang saja!Ditengarai bahwa Ricky Martin adalah seorang homosex.Dia pernah ditanya oleh wartawan, apakah dia seorang gay, dan tentu saja dia marah-marah! Ta'i!
Demikianlah info tentang Eric Estrada [dan juga Ricky Martin]. Eric Estrada dalam film CHIP ber-peran sebagai Polisi Patroli Jalan Raya yang mengendarai sepeda motor besar - berdua dengan partnernya,seorang polisi kulit putih [Caucasian Non-Latino].

AYAH MILITER

Kedua orangtuaku berasal dari keluarga kaya.Tapi anehnya ayahku memilih karir militer. Katanya karena beliau sangat hobby dengan hal-hal yang berhubungan dengan senjata, persenjataan dan dunia kemiliteran.
Orangtuaku adalah idolaku. Aku merasa aman jika berada dekat orangtuaku atau dalam jangkauan dan naungan kedua beliau. Sebagai laki-laki, ayahku jadi panutanku. Aku merasa beliau adalah lelaki sejati yang paling hebat di dunia. Tidak heran jika aku pun ingin mengikuti jejak beliau jadi militer.Tapi entah apa sebabnya kedua orangtuaku selalu berusaha mengalihkan perhatianku pada bidang lain.Tak jelas apa pula sebabnya aku juga menurut saja pada orangtuaku dan kemudian aku memilih bidang psikologi. Mungkin aku berharap setelah meraih ijazah S-1 Psikologi aku masih bisa mendaftar jadi tentara. Sekarang aku baru tamat fakultas psikologi - usiaku 24 tahun. Aku bekerja membantu-bantu di sebuah Biro Pelayanan Psikologi.
Banyak yang mengatakan aku mirip ayahku yang sehari-hari aku panggil "Daddy" [aku memanggil ibuku "Mommy"].Bahkan katanya kalau kami berdiri berdampingan "bagaikan pinang dibelah dua". Ayah-ku lelaki ganteng dan bertubuh atletis berotot. Maklum beliau gila olah raga dan hobby bela diri juga latihan beban. Dalam bidang apa pun Daddy selalu juara, kata orang dan teman-teman dekat beliau.
Meskipun dekat dengan Daddy,tapi aku tak pernah mandi atau telanjang bulat bersama beliau!Jadi aku tidak tahu bentuk dan ukuran kontol Daddy, tetapi karena kontolku besar [seperti kontol Ricardo Gelaael, kira-kira sebesar kontol kuda Australia] dan karena aku anaknya, mestinya kontol Daddy juga besar. Aku bisa melihat tubuh Daddy yang bagus itu ketika berenang bersama. Biasanya kami berenang bertiga : Daddy, aku dan salah seorang anak buah Daddy - sesama tentara.

BANG JEFFRI, SANG AJUDAN

Setelah Daddy naik pangkat dan menjabat suatu jabatan militer penting maka Daddy didampingi ajudan. Ajudan Daddy yang pertama adalah Bang Jeffri yang berpangkat Perwira Pertama. Umur Bang Jeffri sekitar 25 tahunan. Karena masih lajang, maka Bang Jeffri tinggal serumah dengan kami - di kamar ajudan di rumah jabatan Daddy yang kami tinggali setelah Daddy naik pangkat.
Aku suka sekali dengan Bang Jeffri, karena dia tampan, jantan, atletis, ramah dan berjiwa muda seperti aku.Di samping itu, kami boleh dikatakan seumur. Sejak ada Bang Jeffri, aku seperti lupa dengan Daddy, meskipun hubungan kami tetap baik.
Biasanya, walaupun sudah berumur 24 tahun dan bukan anka manja, tapi aku masih suka bermanja-manja dengan Daddy. Aku sering ngobrol berduaan atau bahkan juga tidur bersama Daddy.Mommy tidak pernah keberatan jika Daddy tidur di kamarku, maklum aku adalah anaknya sendiri!
Aku paling senang jika tidur dalam pelukan Daddy yang ganteng itu.Tidur dalam pelukan Daddy sudah aku lakukan sejak kecil. Tapi setelah aku akil balik, tumbuh jembut, tumbuh bulu ketek dan juga sudah keluar pejuh,terkadang aku berpikir apakah aku sudah jatuh cinta pada Daddy ayahku sendiri? Bahkan aku berkhayal siapa tahu kapan-kapan aku bisa incest dengan Daddy yang ganteng, atletis dan tentara itu! Gila!
Tapi sejak ada Bang Jeffri,aku lebih suka berada dekat Bang Jeffri yang ganteng itu. Aku memang sudah jatuh cinta pada Perwira Muda yang nota-bene adalah ajudan ayahku sendiri. Mungkin sama kejadiannya ketika Puteri Margaret adik Ratu Inggris Elizabeth II jatuh cinta pada Captain Peter Towsend,pengawal ayahnya. Bedanya adalah : cinta Margaret adalah cinta heterosex.Sedangkan cintaku pada Bang Jeffri adalah cinta sejenis [homosex].Maklum, aku ini seorang homosex bejat dan sialan, ta'i!
Kecenderungan suka sejenis ini sudah aku rasakan sejak balita dan nafsuku pada sesama jenis makin menggelora setelah aku memasuki pubertas. Sejak kecil, umur 5 - 10 tahun, aku sudah berfantasi tentang sado masochist dan homoseksual. Jadi sejak kecil aku sudah bejat, sialan dan ta'i! Dasar kontol!
Sayang sekali, Daddy jarang di rumah. Jika Daddy pergi,tentu Bang Jeffri ikut,aku amat kehilangan! Kalau Bang Jeffri sedang menginap di rumahnya, sendiri, aku juga merasa amat kehilangan. Untung saja ada Daddy,jadi aku bisa melampiaskan nafsu sejenisku dengan minta tidur bersama Daddy - dan seperti biasa tentu dalam pelukannya. Tentu saja aku tidak pernah dientot Daddy. Daddy ayah yang baik, tak mungkin beliau mau incest dengan aku. Meskipun aku tentu mau sekali kalau bisa dientot atau disetubuhi Daddy .Memang iblis setan dari neraka sudah merasuki otakku yang bejat ini sampai-sampai aku berani berkhayal sedemikian jauh! Ta'i!
Jika ada di dalam kota, Daddy biasanya tiba di rumah sekitar jam 17:00. Langsung beliau akan olah raga dengan Bang Jeffri sekitar satu jam sampai jam 18:00. Daddy punya jadwal olah raga yang ketat dan bermacam-macam : karate, renang, tenis, badminton,tenis meja dan entah apa lagi.
Kebetulan semua fasilitasnya ada dekat rumah dinas Daddy.Aku hanya ikut olahraga dengan Daddy kalau pas jadwal berenang,karena di kolam renang aku bisa menikmati dan memandangi tubuh Daddy dan tubuh Bang Jeffri yang atletis, ketat dan berotot itu hanya mengenakan kancut minim.Nyaris telanjang bulat! Baik Daddy maupun Bang Jeffri suka mengenakan celana renang yang amat minim dan "maximum exposure". Mungkin, karena kolam renang itu memang "reserved" pada jam-jam renang Daddy.
Karena minimnya kancut mereka, aku bisa melihat jembut Daddy dan Bang Jeffri yang bagian atas!Kebiasaan mengenakan kancut minim didapat Daddy dan Bang Jeffri sewaktu jadi taruna Akmil.Dimana latihan renang selalu dilakukan telanjang bulat!
Setiap sore, ku sudah di rumah rata-rata jam 15:00 - 16:00 dan aku baru bisa barengan dengan Bang Jeffri sekitar jam 20:00 atau 21:00,itu pun kalau Daddy tidak ada acara.Kalau ada acara, tentu aku tidak bisa "menikmati" Bang Jeffri-ku.
Malam hari biasanya Bang Jeffri sudah kelelahan, tapi dia tetap sabar saja "melayani" aku.Mungkin karena aku anak bos-nya. Wajahnya yang tampak lelah itu bagiku terasa tambah seksi! Apalagi karena aku seorang sado-masochist.Aku amat suka dan menikmati wajah cowok yang sedang kesakitan, kelelahan atau menderita. Nikmat sekali. Ta'i!
Kalau Bang Jeffri sudah masuk kamarnya di rumah, aku segera membuntuti. Bang Jeffri tidak pernah protes. Dibiarkannya saja aku ikut "bantu-bantu". Melepaskan sepatunya, bajunya, celananya,sampai-sampai kancutnya. Di kamar Bang Jeffri ada kamar mandi dan kalau Bang Jeffri sedang mandi biasa-nya pintu kamar mandi tidak ditutup. Aku juga sering minta ikut mandi bareng Bang Jeffri. Pada hal aku sudah mandi sore,aku beralasan : "Panas, mau mandi lagi".
Supaya tidak menyolok, aku hanya kadang-kadang saja minta mandi bareng. Nikmat sekali mandi bareng dengan Bang Jeffri.Waktu Bang Jeffri akan mandi,aku juga dibiarkan melihat dia kencing ber-telanjang bulat. Air kencing mancur dari lobang kencing di ujung kontolnya yang besar setengah tegang berlatar bekakang jembut yang lebat.Indah dan nikmat sekali melihatnya. Ta'i!
Kalau mandi bareng Bang Jeffri aku juga "bantu-bantu" menyabuni tubuhnya yang keras dan ketat itu. Dibiarkan saja aku menyabuni : kedua puting susunya yang tegang melenting,ketiaknya, jembut, kontol dan lobang pantatnya.Dia bersikap seperti biasa-biasa saja waktu tubuhnya aku jamah-rayah seperti itu. Padahal dia tahu kontolku tegang, keras, menyala dengan kepala kontol yang mebulat ungu,berkilat-kilat yang artinya sudah mendekati puncak syahwat dan aku merasa amat nikmat!
Bisa jadi,diam-diam Bang Jeffri "menghukum" aku. Aku mungkin dibiarkannya terangsang dan terpaksa harus frustrasi karena tidak bisa menuntaskan syahwatku kepadanya! Sesudah mandi bareng dengan Bang Jeffri, malamnya aku harus ngeloco untuk melampiaskan nafsu yang tidak kesampaian waktu mandi bareng dengan Bang Jeffri. Sehingga malam itu aku harus mandi lagi - mandi junub - karena barusan mengeluarkan lelehan pejuh. Sehingga sorea itu aku terpaksa mandi 3 kali. Tai!
Tentu saja waktu ngeloco, aku berfantasi sedang dihajar oleh Bang Jeffri, lalu dipaksa mengisap kontolnya yang besar, indah, dan disunat ketat itu! Lalu aku minum pejuhnya. Kontol!
Demikianlah,hubunganku dengan Bang Jeffri dari luar seperti pertemanan biasa. Aku juga tidak tahu perasaan Bang Jeffri kepadaku. Barangkali Bang Jeffri terpaksa berteman baik dengan aku. karena aku anak bos-nya. Mungkin,dia membiarkan aku diam-diam "menikmati" tubuhnya, karena dia dalam posisi "lemah" yaitu posisinya sebagai ajudan ayahku.

ANTICLIMAX

Pada suatu hari, Daddy dan Mommy ada tugas ke luar negeri. Sesuatu yang tidak sering terjadi. Kebetulan hari itu liburan Sabtu,Minggu,Senin. Sejak awal aku sudah minta Bang Jeffri agar waktu Daddy keluar negeri dia jangan pulang ke rumahnya.Bang Jeffri setuju saja - kembali lagi, mungkin karena aku anak bos-nya. Jadi dia tidak punya posisi tawar [bargaining power].
Seperti kebiasaan kalu Daddy ada di rumah, maka pagi libur itu Bang Jeffri lari pagi, latihan beban, peregangan, dan pendinginan. Aku ikut menemani. Hari masih pagi dan kami duduk berdua di teras belakang.
Seperti biasa, setelah pendinginan Bang Jeffri buka baju,telanjang dada, aku juga ikut-ikutan buka baju.Karena tidak ada siapa-siapa, aku jadi kurang ajar!Aku mulai mengelus tubuh Bang Jeffri yang masih basah oleh keringat itu.Tubuhnya yang keras, ketat, berotot membikin nafsu syahwatku naik ke otak dan menjalar kekontol.Otakku hilang kewarasannya. Puting susunya aku jilati.
Bang Jeffri diam saja! Lalu aku peluk tubuhnya yang basah dan aku lumat bibirnya. Bang Jeffri masih diam saja. Tiba-tiba dia menelikung aku dengan tubuhnya yang kekar : "Mau apa kamu?" bentaknya.Aku kaget!
"Maaf Bang!Ampun bang!", kataku, aku betul-betul malu dan takut dengan Bang Jeffri saat itu! Aku takut dan malu kalau Bang Jeffri melaporkan pada Daddy.
Dalam pikiran galauku itu, tiba-tiba Bang Jeffri memeluk aku, mencium dan melumat bibirku, lalu dengan kasar celana traningspak-ku dipelorotkan sampai paha sehingga kontolku yang sudah loyo gara-gara barusan kena bentak Bang Jeffri bisa dia lihat dengan jelas. Lalu dia juga memelorot-kan celana dan kancutnya,sehingga kontolnya juga kelihatan :
"Isap!", bentaknya.
Tanpa menunggu lebih lama [dan merasa lega],aku isap kontolnya yang besar dan ranum itu. Aku jilat, aku jilat, aku jilat. Antara lega, takut, menyesal,kecewa bercampur baur dalam pikiran dan perasaanku! Tetapi tugasku mengisap kontol Bang Jeffri sampai pejuhnya muncrat akan aku jalankan dengan sebaik-baiknya.
Bang Jeffri setengah bersandar ke sebuah tiang, celananya terjela sampai paha. Celanaku melorot sampai ke lutut. Aku menelungkup sambil mengisap kontol Bang Jeffri,kontolku aku gesek-gesekkan di lantai marmer teras yang licin, terasa agak sakit, perih di lobang kencingku, tapi masih nikmat juga.
Demikianlah, aku menyedot kontol Bang Jeffri, tanganku mencoba meremas puting susunya, tapi Bang Jeffri menepiskan tanganku dengan keras dengan tangan karatenya. Perih dan nyeri terasa di tanganku.
Aku betul-betul sedang dihina! Rupanya aku tidak bercinta,tapi aku sedang diperkosa dan dipaksa mengisap kontol orang yang sebetulnya aku cintai dan kagumi. Dengan kasar Bang Jeffri menyodok-nyodokkan kontolnya ke dalam mulutku, sampai aku batuk-batuk.Bang Jeffri sempat menampar kepala-ku :
"Isap yang bener!" bentaknya lagi.
Aku mengisap lagi dan berusaha membikin Bang Jefrri merasa nikmat. Tiba-tiba aku merasakan pancaran yang hangat dalam mulutku dan tercium bau pejuh dirongga penciumanku!Pejuh Bang Jeffri sudah keluar!Semua aku telan,telan,telan, terasa hangat dan berbau khas pejuh, manis asin seperti air kelapa,mungkin konsitensinya seperti Nata De Coco.Agaknya Bang Jeffri sudah lama tidak onani, ngeloco, karean pejuhnya banyak sekali dan amat kental.Nikmat terasa di mulut, otak dan kontolku!
Agh,pejuh kekasihku yang marah sudah muncrat, pikirku! Aku menggesek-gesek kontolku di lantai teras dan memaksa agar pejuhku keluar dengan susah payah.Mungkin karena sedang galau, pejuhku keluar - tetapi hanya sedikit dan tidak terasa nikmat!
Bang Jeffri mencabut kontolnya dari mulutku dan menaikkan celananya, lalu membentak lagi :
"Itu yang kamu mau,'kan?".
"Laporkan pada ayahmu!" bentaknya lagi,
"Aku tidak takut!", sambungnya.
"Paling-paling aku dipecat!, katanya lagi dan dia berlalu dari situ.
Aku sedih, sedih sekali!Inilah nasib cowok homo sex,rendah,rendah,rendah dan bejat. Ta'i!
Rupanya kisah manis itu berakhir dengan tragis. Meskipun segi positifnya adalah bahwa aku bisa merasakan pejuh Bang Jeffri yang kental. Pejuh Perwira Pertama, abituren [alumni] Akmil yang perkasa : tanggap, tanggon, dan tregginas dengan kontol yang besar dan pejuh yang banyak volume-nya dan kental konsistensinya.
Kekhawairanku ternyata tidak terbukti. Setelah insiden itu Bang Jeffri kembali bersikap biasa/ normal.Tapi aku tidak berani lagi masuk ke kamar-nya, apalagi mencumbu atau menggodanya.
Diam-diam, setiap pagi aku pergi ke kamar mandi belakang.Dengan mencuri-curi,aku mencari pakaian kotor Bang Jeffri yang akan dicuci Bik Inah.Aku ambil baju kotor Bang Jeffri,aku ciumi, terutama bagian ketiaknya.Tapi hanya samar-samar aku bisa mengendus bau keringat Bang Jeffri.Karena memang Bang Jeffri bukan cowok yang bau.Aku juga tidak ragu menjilati kancutnya, khususnya bagian yang menjadi tempat ujung kontol menempel. Siapa tahu di situ ada mazie,pejuh atau kencing yang sudah mengering. Semua itu aku lakukan untuk mengobati kerinduanku pada Bang Jeffri, Sang Perwira Muda itu! Ta'i!

1 komentar: