Selamat Bergabung

Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

Dikerjai di kantor Satpam


Ketika Rudi didorong memasuki ruangan tampak dua orang satpam sedang duduk. Yang seorang segera berdiri mengunci pintu dan mendekati Rudi. Didadanya tertulis namanya, Herman, wajahnya ganteng, berkumis tipis, badannya kekar dan atletis. Rambutnya cepak bergaya ABRI. Pakaiannya yang ketat, terutama celananya, samar-samar menon-jolkan bentuk alat kelaminnya. Benda bulat panjang itu tampak membayang pada celananya yang ketat. Wajahnya nampak dingin dan sadis dibalik kegante-ngannya. Ia berdiri dan mengelilingi Rudi. Tiba-tiba rambut Rudi ditariknya dan ia memaksa Rudi berlutut didepannya. 

Rabu, 25 April 2012

Kolegaku ialah Kekasihku


"Selamat ! Anda kami terima untuk bergabung bersama kami di perusahaan ini", Pak Haryadi tersenyum sambil menjabat tanganku erat-erat."Terima kasih, Pak. Saya akan bekerja keras untuk dapat menyumbangkan kemampuan saya demi kemajuan perusahaan ini", jawabku sambil membalas erat jabatan tangannya tersebut."Anda dapat mulai besok pagi. Temuilah saya, Anda akan saya perkenalkan dengan seluruh staff perusahaan kami", lanjut Pak Haryadi."Baik, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu. Sampai bertemu besok.
Selamat siang", kataku seraya berdiri dan mohon pamit. "Silakan. 

Selasa, 24 April 2012

Perwira muda yang tinggal di rumahku

ANAK TUNGGAL

Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik.
Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo Gelael.
Aku dekat,baik dengan ayah maupun dengan ibuku, tetapi aku lebih dekat dengan ayah. Kedekatanku itu membuatku banyak meniru kebiasaan-baik ayah, seperti kebiasaan untuk rajin latihan beban dan membentuk otot tubuh. Ayahku seorang anggota militer [dan pada saat aku menulis cerita cabul, bertema homosex sejenis, sialan, dan ta'i ini], beliau berpangkat Perwira Tinggi [Pati].

Senin, 23 April 2012

Kemarahan Sang Ayah

        Sejak kecil, Purnomo memang bukan murid yang pandai. Sejak SD kelas satu, dia selalu mendapat prestasi terburuk di sekolahnya. Bahkan sudah beberapa kali hampir saja tinggal kelas. Prestasi buruknya itu terus dipertahankan Purnomo hingga kelas 3 SMU. Inilah masa penentuan dari semua pendidikan yang telah ditempuhnya.

Tapi dengan otaknya yang memang kurang mampu, Purnomo pun gagal dalam tes kelulusan SMU-nya. Sepucuk surat dilayangkan ke rumahnya untuk memberitahukan tentang kegagalannya. Ayah Purnomo, baru saja pulang kerja malam itu, langsung naik pitam saat membaca surat itu. Susah payah, dia membiayai pendidikan Purnomo seorang diri, sebab istrinya telah meninggal saat melahirkan Purnomo. Tapi Purnomo menghancurkan jerih payahnya. Dengan kesal, ayah Purnomo berlari ke kamar anaknya dan mendobrak pintunya.

"Purnomo! Sini kamu!" teriaknya, kesal sekali.

Minggu, 22 April 2012

Temen Ayahku

Nama saya Adit Priyo Setyantara, umur 21 tahun. Cerita ini bermula dari chatting. Suatu malam karena saya merasa suntuk, bosan dan kebetulan lagi horni berat. Langsung saja saya hidupkan laptop dan mulai chatting. Saat asik chatting, ada nick “Manly_Atletis_Now” yang menarik perhatian saya.

Langsung saja saya klik dan kami mulai mengenalkan diri masing-masing. Singkat kata kami janjian ketemu besok di MATOS, dan dia bilang dia memakai kemeja putih, jaket hitam dan celana jeans. Besoknya kami ketemuan, saya kaget setengah mati. ternyata dia teman ayah saya. Gila..! langsung saja saya menghindar tapi keburu dia menyapa duluan, ya sudah terpaksa deh dengan muka tebal dan sedikit merah saya menyapa balik. Namanya Om Danu umur 37 tahun. Sebenarnya orangnya ganteng dan tubuhnya kekar. Karena setiap saya mengantar ayah saya main tenis, dia selalu ada di sana. Terlebih dadanya bidang, kulitnya putih, pokoknya seksi habis. Waktu melihat dia pertama kali, pandanganku tertuju pada bulu di dadanya yang tersembul di barisan 2 kancing kemeja yang dilepas. Tubuh saya bergetar dan kontol saya sedikit bangun. Apalagi sekarang berhadapan langsung sama orangnya. Wah... pokoknya tidak bisa dibayangkan deh. Saya jadi salah tingkah berada di hadapan Om Danu, antara bingung, takut dan tidak percaya bahwa Om Danu adalah yang chatting dengan saya semalam.